Ketika Lelah Sambutlah Hikmah ~Humaira Ririn~ Ia melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa menuju tempatnya biasa berkumpul dengan teman-temannya. Sudah hampir mendekati waktu yang disepakati. Ia sosok perempuan yang anti sekali datang terlambat. Maka ia pacu kakinya untuk bergerak cepat. Sesampainya di sana, lima menit berlalu dari waktu yang sudah ditentukan. Krik. Krik. Tak seorang pun terlihat. Ia pun duduk selonjoran melepas penat ketergesaan yang ia alami beberapa menit yang lalu.
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PULANG Pulang. Kata yang mungkin dirindukan oleh sebagian orang, tapi bisa jadi adalah kata yang paling dihindari oleh sebagian yang lain. Pulang ke mana? Dalam konteks yang lebih singkat. Pulang berarti kembali ke kampung halaman, tempat di mana seseorang dilahirkan. Atau hanya sekedar pulang ke tempat singgah sementara. Kosan? Kontrakan? Asrama? Pulang. Membawa kekecewaan atau kebahagiaan? Membawa kisah sedih atau kisah bahagia? Itu pilihan. "Pulanglah, jenguklah orang tua ketika keduanya masih ada" Apa yang kau bawa dari perantauan? Cerita apa yang kau persembahkan untuk mereka yang menunggumu. Mungkin kau tak tau, setiap pagi mereka melongok kamar kecilmu berharap engkau sedang berbaring di sana. Mungkin engkau tak tau, setiap sore mereka melirik pintu gerbang berharap melihat kedatanganmu seorang. Ah, mungkin saja itu terjadi. Hari-harimu di perantauan terlihat sibuk. Ke sana kemari mempersiapkan berbagai agenda dakwah. Engkau aktivis katanya. Ba...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Surat Cinta Ananda untuk Mama Oleh Ririn Setia Rahmawati sembilan belas tahun lebih engkau bersamaku, selalu hiasi hariku dengan curahan kasih sayangmu, walau dengan dunia dan segala isinya, jasamu tak akan terbalaskan, mama, terimakasih atas kasih sayang yang tak pernah pudar mama adalah anugerah terindah bagi ananda :)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bergerak Bersama Sang Waktu Demi masa, Sesungguhnya manusia kerugian, Melainkan yang beriman dan beramal sholeh… Waktu, mungkin memiliki definisi yang berbeda bagi setiap orang. Bagi seorang businessman waktu bisa saja diartikan sebagai uang. Setiap detik adalah saat untuk mengumpulkan uang. Busenissman yang berorientasi pada dunia, memandang setiap detik yang ia miliki untuk mencari keuntungan, kekayaan. Berbeda halnya dengan seorang muslim, baginya waktu adalah pedang. Hati-hati jika hendak bermain-main dengannya, bisa jadi malah melukai diri sendiri. Itulah mengapa seorang muslim sejatinya harus sadar untuk tidak bermain-main dengan waktu yang telah Allah anugerahkan. Setiap detik merupakan momen untuk memperbaiki diri, meningkatkan kapasitas diri, kemudian memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan sekitarnya.
Untuk Kapten, Siapa pun Dirimu yang 'kami' Sebut 'pemimpin'
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya